Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Sadono Sukirno (2010), pertumbuhan ekonomi adalah perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat. Masalah pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai masalah makro ekonomi dalam jangka panjang. Perkembangan kemampuan memproduksi barang dan jasa sebagai akibat pertambahan faktor-faktor produksi pada umumnya tidak selalu diikuti oleh pertambahan produksi barang dan jasa yang sama besarnya. Pertambahan potensi memproduksi seringkali lebih besar dari pertambahan produksi yang sebenarnya. Dengan demikian perkembangan ekonomi adalah lebih lambat dari potensinya.

Pertumbuhan ekonomi (economic growth) juga didefinisikan sebagai perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat menjadi bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan dalam suatu wilayah. Dalam kegiatan ekonomi yang sebenarnya, pertumbuhan ekonomi berarti perkembangan ekonomi secara fisik yang terjadi di dalam suatu wilayah seperti pertambahan jumlah dan produksi barang-barang industri, perkembangan infrastruktur, pertambahan jumlah sekolah, perkembangan barang manufaktur, dan sebagainya.

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator makro untuk melihat kinerja perekonomian secara riil di suatu wilayah. Laju pertumbuhan ekonomi dihitung berdasarkan perubahan PDRB atas dasar harga konstan tahun yang bersangkutan terhadap tahun sebelumnya.Pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai pertambahan jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh semua lapangan usaha kegiatan ekonomi yang ada di suatu wilayah selama kurun waktu setahun.

Nilai PDRB Dogiyai atas dasar harga konstan 2010 mencapai 914,00 miliar rupiah pada tahun 2022. Angka tersebut naik dari 906,90 miliar rupiah pada tahun sebelumnya sehingga terjadi pertumbuhan ekonomi sebesar 0,78 persen.

Pertumbuhan tahun 2022 melambat jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada tahun 2021 yang mencapai 1,22 persen. Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh situasi yang kurang kondusif di Kabupaten Dogiyai pada tahun 2022 dimana kerusuhan dan pembakaran sering sekali terjadi dan tentu berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat. Sebagian besar lapangan usaha mengalami perlambatan ekonomi, artinya kenaikan produksi pada tahun tersebut tidak setinggi kenaikan produksi pada tahun sebelumnya.

Lapangan usaha yang mengalami kenaikan pertumbuhan yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya adalah lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib yang meningkat sebesar 4,91 poin persen.

Dari 17 lapangan usaha yang ada, terdapat empat lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan negatif dari tahun sebelumnya. Sedangkan lapangan usaha lainnya mengalami pertumbuhan positif di bawah lima persen.

Empat lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan negatif yaitu: (1) Konstruksi, (2) Perdagangan Besar dan Eceran, (3) Penyediaan Akomodasi Makan dan Minum, dan (4) Real Estate. Hal ini disebabkan oleh tingginya peristiwa kerusuhan di kabupaten Dogiyai sepanjang 2022 yang berdampak pada kategori lapangan usaha tersebut.

 

Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2010

Kabupaten Dogiyai Menurut Lapangan Usaha (persen), 2018-2022