Penyambutan Meriah Bupati dan Wakil Bupati Dogiyai 2025-2030 dengan Tradisi Adat

Masyarakat dari 10 distrik di Kabupaten Dogiyai bersama jajaran pemerintah daerah menyambut kedatangan Yudas Tebai dan Yuliten Anouw, Bupati dan Wakil Bupati terpilih untuk periode 2025-2030, pada Rabu (5/3/2025) siang. Prosesi penyambutan dilakukan secara unik dengan tradisi khas masyarakat setempat.
Setibanya di Bandara Moanemani, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, pasangan pemimpin daerah ini disambut menggunakan tradisi ‘Bunani’. Kehadiran mereka disambut meriah setelah pesawat Air Fast yang membawa mereka dari Timika mendarat dengan lancar.
Turut hadir dalam penyambutan tersebut Penjabat Bupati Dogiyai, Marten Ukago, didampingi oleh Sekda Petrus Agapa, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda, serta tokoh masyarakat, agama, pemuda, perempuan, dan ribuan warga. Kehadiran mereka menjadi simbol persatuan dan harapan baru bagi masyarakat Dogiyai.
Dari bandara, iring-iringan kendaraan dan tarian adat mengiringi perjalanan menuju kantor Bupati Dogiyai sebelum memasuki prosesi serah terima jabatan (Sertijab). Acara Sertijab sendiri berlangsung di aula Gereja Kingmi Papua Digikotu, sebelum akhinya rombongan kembali ke kantor bupati yang berjarak sekitar satu kilometer.
Dalam pidatonya, Yudas Tebai menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Dogiyai yang telah berpartisipasi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Ia menegaskan bahwa perbedaan politik telah berakhir dan kini saatnya seluruh elemen masyarakat bersatu demi kemajuan daerah.
“Kita harus berjalan dalam satu jalur untuk mencapai visi ‘Dogiyai Kuat, Cerdas, dan Maju’. Dukungan dan partisipasi dari seluruh masyarakat sangat dibutuhkan agar pemerintahan berjalan efektif dan pembangunan daerah dapat terealisasi,” ungkap Yudas Tebai.
Sebagai bagian dari program kerja 100 hari pertama, Yudas Tebai dan Yuliten Anouw berencana melakukan kunjungan ke berbagai fasilitas umum, seperti pasar, kantor pemerintahan, sekolah, serta Puskesmas di wilayah Dogiyai. Salah satu agenda prioritasnya adalah memastikan semua ASN (Aparatur Sipil Negara) berkontribusi dalam membangun ekonomi lokal dengan berbelanja produk yang dijual oleh mama-mama asli Papua.
Selain itu, upaya penataan birokrasi juga menjadi fokus utama dalam masa kerja awal. Rencana perampingan OPD akan dilakukan dengan tetap mengikuti regulasi yang berlaku. Proses ini akan dibahas dalam sidang Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Dogiyai dalam waktu dekat.
“Kami akan menyampaikan lebih lanjut tentang program 100 hari kerja pada apel perdana di halaman kantor bupati Dogiyai,” ujar Yudas Tebai. Apel perdana ini dijadwalkan berlangsung pada Senin (10/3/2025), di mana seluruh ASN yang masih berada di luar daerah diwajibkan untuk segera kembali ke tempat tugas masing-masing.
Pihaknya juga menegaskan bahwa disiplin ASN akan menjadi prioritas dalam sistem pemerintahan. ASN yang tidak aktif di tempat tugas dan masih berada di luar daerah akan dikenakan sanksi berupa penangguhan hak gaji hingga mereka kembali bekerja.
Dalam rangka meningkatkan efektivitas pemerintahan, inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai OPD, sekolah, dan fasilitas kesehatan akan dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Oleh karena itu, seluruh pegawai diharapkan untuk selalu siap di tempat kerja.
Terkait penempatan jabatan eselon, Yudas Tebai menegaskan bahwa seluruh kebijakan akan mengacu pada aturan kepegawaian yang berlaku di Indonesia. Sementara itu, Wakil Bupati Yuliten Anouw juga menyampaikan harapannya agar seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi dalam membangun Kabupaten Dogiyai selama lima tahun ke depan.
“Yang paling penting adalah kebersamaan. Kita semua harus bersatu untuk memajukan Dogiyai,” tutup Yuliten Anouw.