Program 100 Hari Bupati Dogiyai: Perubahan untuk Kemajuan Daerah

blog image

Dogiyai – Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, bersama Wakil Bupati Yuliten Anouw telah merancang program 100 hari kerja guna merealisasikan visi besar mereka: "Dogiyai Kuat, Dogiyai Cerdas, dan Dogiyai Maju." Program ini mencakup berbagai sektor, termasuk pendidikan, ekonomi, birokrasi, dan kesehatan.

Kunjungan ke Sekolah dan Pasar Tradisional

Sebagai langkah awal, mereka akan melakukan kunjungan langsung ke sekolah-sekolah di wilayah Dogiyai untuk memastikan kualitas pendidikan. Selain itu, pasar-pasar tradisional juga akan menjadi fokus perhatian guna meninjau kondisi ekonomi masyarakat setempat. Langkah ini bertujuan untuk menguatkan perekonomian lokal dan mendukung para pedagang kecil.

Dukungan bagi Pedagang Lokal

Untuk memperkuat perekonomian warga asli Papua, Tebai menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Aparatur Sipil Negara (ASN), dan staf pemerintahan agar lebih mengutamakan berbelanja dari pedagang lokal, terutama yang berjualan di pinggir jalan. Dengan cara ini, perputaran ekonomi di Kabupaten Dogiyai dapat berkembang lebih baik.

Perampingan OPD dan Reformasi Birokrasi

Bupati juga merencanakan efisiensi dalam struktur pemerintahan dengan merampingkan OPD yang memiliki tugas dan fungsi tumpang tindih. Sejak 2017, banyak OPD yang dinilai kurang efektif, sehingga perlu dilakukan penggabungan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan. Selain itu, evaluasi kinerja ASN juga akan menjadi prioritas agar pelayanan publik berjalan lebih optimal.

Penegakan Disiplin ASN

Dalam upaya meningkatkan disiplin pegawai, Bupati Tebai menegaskan bahwa ASN yang sering mangkir dari tugas akan dikenakan sanksi. Ia mewajibkan ASN asli Dogiyai untuk memiliki tempat tinggal tetap di daerah tersebut, bukan sekadar tinggal di kos-kosan. Jika ada pegawai yang tidak mematuhi aturan ini, mereka disarankan mencari pekerjaan di tempat lain. Selain itu, ASN yang absen kerja selama tiga bulan berturut-turut akan mengalami penangguhan gaji hingga mereka kembali bertugas.

Dukungan untuk Sekolah Adat dan Pelayanan Kesehatan

Pemerintah Kabupaten Dogiyai juga berkomitmen untuk menjaga keberlangsungan budaya lokal dengan mendukung pendirian sekolah-sekolah adat. Sekolah ini akan membantu generasi muda tetap terhubung dengan warisan budaya mereka. Dalam sektor kesehatan, inspeksi mendadak akan dilakukan di rumah sakit dan puskesmas guna memastikan pelayanan kesehatan berjalan efektif dan sesuai standar.

Optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Dalam pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk pelajar, Yudas Tebai mengusulkan agar pengelolaannya lebih memprioritaskan pangan lokal. Ia juga mengusulkan mekanisme pengelolaan MBG diserahkan kepada organisasi yang memiliki pengalaman dalam bidang ini, seperti kelompok wanita di gereja. Cara ini dinilai lebih efektif untuk memastikan keberlanjutan program dan manfaatnya bagi siswa.

Harapan Masyarakat Dogiyai

Anold Douw, seorang pemuda asal Dogiyai, berharap kepemimpinan baru ini mampu membawa perubahan nyata bagi masyarakat dalam 100 hari pertama mereka. Menurutnya, keterlibatan seluruh pihak, termasuk masyarakat, sangat penting untuk mendukung visi "Dogiyai Kuat, Dogiyai Cerdas, dan Dogiyai Maju."

Sementara itu, Yance Goo menekankan bahwa janji-janji kampanye yang telah disampaikan harus diwujudkan dalam lima tahun ke depan. Ia berharap pembangunan di Dogiyai dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan rakyat.

Dengan berbagai langkah strategis ini, masyarakat Dogiyai menaruh harapan besar pada kepemimpinan Yudas Tebai dan Yuliten Anouw untuk membawa Dogiyai menuju masa depan yang lebih baik.