BUPATI DOGIYAI SERAHKAN BANTUAN PEMBANGUNAN GEREJA DAN BANTUAN KORBAN KEBAKARAN DI PUTAPA DAN MEGAIKEBO

blog image

BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH _-_ Pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan dana pembangunan rumah ibadah serta bantuan bagi warga terdampak bencana kebakaran di Kampung Putapa dan Kampung Megaikebo, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, Jumat (9/10/2026). Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Dogiyai, Yudas Terbai, S.Pd. M.Si sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat yang terdampak musibah kebakaran, termasuk jemaat gereja yang kehilangan tempat ibadah dan warga yang mengalami kerugian akibat kebakaran rumah.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati menyapa para pejabat dan unsur pemerintah yang hadir, di antaranya Kepala BPBD Kabupaten Dogiyai Mathias Goo, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Yohanes Butu, Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Ambrosius Degei, Kepala Distrik Mapia Tengah, Sebastianus Pugiye, para kepala kampung, panitia pembangunan gereja, serta seluruh umat Paroki Santa Maria Magdalena Putapa, Paroki Modio. Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan bahwa kunjungannya ke Putapa kali ini merupakan kunjungan kelima. Ia mengenang perjalanan ke wilayah tersebut sejak akses jalan masih terbatas, sekaligus menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah untuk melihat secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman. 

Dalam sambutannya, Bupati Yudas Terbai menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Dogiyai memberikan perhatian terhadap pembangunan kembali gedung Gereja Santa Maria Magdalena Putapa yang mengalami kebakaran pada Januari 2026. Sebelumnya, lanjut bupati, bantuan pembangunan gereja telah disalurkan melalui Dinas Sosial Kabupaten Dogiyai sebesar Rp 400.000.000. Kemudian pada hari Jumat 09/10/2026 Pemerintah Daerah Kabupaten Dogiyai kembali menyerahkan bantuan tambahan sebesar Rp 306.000.000.

"Dengan demikian, total bantuan dana untuk pembangunan Gereja Santa Maria Magdalena Putapa yang diberikan Pemerintah Kabupaten Dogiyai mencapai Tujuh Ratus Enam Juta Rupiah. Bantuan tersebut diharapkan untuk pembelian bahan bangunan yang tidak tersedia secara lokal guna mendukung proses pembangunan kembali gereja yang sebelumnya terbakar," katanya.

Selain memberikan bantuan untuk pembangunan rumah ibadah, Pemerintah Kabupaten Dogiyai juga memberikan perhatian kepada warga yang terdampak kebakaran rumah, termasuk keluarga Julianus Edowai. Penanganan lebih lanjut terhadap korban bencana lainnya, termasuk pendataan kebutuhan dan penyaluran bantuan sesuai dengan kondisi para korban dapat berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Dogiyai.

Kepala BPBD Kabupaten Dogiyai, Mathias Goo, menjelaskan bahwa penyerahan bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membantu korban bencana kebakaran, baik yang menimpa rumah ibadah maupun rumah warga. Bantuan disalurkan kepada penerima manfaat di Kampung Putapa dan Kampung Megaikebo, termasuk untuk mendukung pembangunan kembali gereja yang terdampak kebakaran, yakni Gereja Santa Maria Magdalena Putapa dan Gereja GKII Jemaat Kalvari di Megaikebo.

Mathias Goo berharap agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab sesuai dengan peruntukannya, sehingga proses pemulihan dan pembangunan kembali dapat berjalan dengan baik. Ia juga menghimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga fasilitas umum, seperti gereja, sekolah, puskesmas, serta rumah tinggal, guna mengurangi risiko terjadinya musibah serupa. Menurutnya, pembangunan kembali fasilitas yang terbakar membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit.

"Pemerintah daerah melalui BPBD dan perangkat daerah terkait terus mengoordinasikan penanganan dampak bencana, termasuk melakukan pendataan serta menyalurkan bantuan berdasarkan kebutuhan masyarakat terdampak," kata Mathias Goo.

Dukungan terhadap pembangunan kembali rumah ibadah juga datang melalui bantuan material berupa bahan bangunan secara pribadi. Berdasarkan informasi panitia, terdapat bantuan semen sebanyak 50 sak dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Dogiyai, Yohanes Butu dan 100 sak dari Kepala Distrik Mapia Tengah, Sebastianus Pugiye, S.Pd. Selain itu, Bupati Dogiyai, Yudas Terbai juga memberikan bantuan secara pribadi sebanyak 100 sak semen. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan material dalam proses pembangunan kembali gereja dan mempercepat pemulihan fasilitas peribadatan bagi umat setempat.

Kepala Distrik Mapia Tengah, Sebastianus Pugiye menyampaikan terima kasih kepada Bupati Dogiyai dan Pemerintah Kabupaten Dogiyai, khususnya BPBD atas bantuan dana pembangunan rumah ibadah bagi umat di Putapa.

Ia mengatakan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi umat mengingat pembangunan gereja selama ini banyak mengandalkan swadaya umat dan tidak memiliki sumber dana mandiri yang memadai untuk menanggung seluruh biaya pembangunan kembali setelah kebakaran.

"Saaya berharap bantuan pemerintah dapat meringankan beban jemaat dan mempercepat proses pembangunan gereja. Saya juga menyampaikan doa dan harapan agar Bupati Dogiyai beserta seluruh jajaran pemerintah daerah senantiasa diberikan kesehatan dan berkat dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat," harapnya.

Ketua Panitia Pembangunan Gereja Katolik Putapa, Stepanus Degei, dalam laporannya mengawali penyampaian dengan ungkapan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas perlindungan dan kesehatan yang diberikan kepada seluruh umat yang hadir.

Ia menjelaskan, bahwa Gereja Putapa mulai dibangun pada tahun 2004 dan sempat menjalani renovasi pada tahun 2020. Namun, pada Januari 2026, gereja tersebut mengalami musibah kebakaran yang mengakibatkan kerugian material dan menyebabkan umat kehilangan tempat untuk melaksanakan kegiatan peribadatan sebagaimana mestinya.

Setelah kejadian tersebut, panitia bersama umat mulai melakukan berbagai langkah pemulihan, mulai dari pembentukan panitia, koordinasi, pembersihan lokasi, hingga mempersiapkan pembangunan kembali gereja dari tahap awal.

"Atas nama panitia dan umat, saya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Dogiyai atas bantuan yang telah diberikan sejak tahap awal serta apresiasi kepada Bupati yang berkenan datang langsung untuk melihat kondisi gereja dan masyarakat di Putapa," katanya.

Gereja dan Pemerintah Bersinergi Membina Generasi Muda

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yudas Terbai juga menekankan pentingnya peran gereja dalam pembinaan karakter dan kehidupan generasi muda. Menurutnya, pendidikan dan pembinaan anak-anak serta pemuda tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga dan sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif gereja melalui kegiatan pelayanan anak, remaja, pemuda, dan berbagai kegiatan pembinaan iman lainnya.

Bupati berharap gereja dapat terus menjadi tempat pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai moral, serta persiapan generasi penerus yang akan berperan dalam pembangunan Kabupaten Dogiyai.

Ia juga menegaskan pentingnya menjadikan masyarakat di wilayah pedalaman sebagai bagian utama dari proses pembangunan. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat diharapkan bukan hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga untuk mendengarkan kebutuhan warga dan mendorong masyarakat menjadi pelaku pembangunan di daerahnya sendiri.

Selain bantuan bagi korban kebakaran, pemerintah daerah juga telah menyalurkan dukungan kepada sejumlah gereja melalui perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Sosial, di berbagai wilayah Kabupaten Dogiyai, antara lain wilayah Mapia dan Kamuu.

 

"Melalui dukungan lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Dogiyai berharap kerja sama antara pemerintah, gereja dan masyarakat dapat terus diperkuat demi mendukung kehidupan keagamaan, kesejahteraan masyarakat, serta pembangunan daerah yang berkelanjutan. Kegiatan penyerahan bantuan di Putapa dan Megaikebo menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana sekaligus dukungan bagi masyarakat agar dapat kembali menjalankan aktivitas sosial dan keagamaan dengan lebih baik. (Humas Pemkab Dogiyai)