Agustina Pigome: Pencegahan Stunting adalah Tanggung Jawab Bersama, Bukan Hanya Pemerintah

blog image

HUMAS PEMKAB DOGIYAI _:_ Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPA dan KB) Kabupaten Dogiyai, Agustina Pigome, S.KM menegaskan, bahwa upaya pencegahan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, seluruh unsur pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan dan masyarakat diajak untuk mengambil bagian dalam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting melalui dukungan kepada keluarga yang berisiko stunting. 

"Pencegahan stunting bukan menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Saya mengajak seluruh stakeholder di Kabupaten Dogiyai untuk menjadi Orang Tua Asuh bagi keluarga berisiko stunting. Kepedulian yang kita berikan hari ini akan menentukan kualitas generasi Dogiyai di masa depan," tegas Agustina dalam sambutannya pada kegiatan Rapat Koordinasi, Sosialisasi dan Pembinaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Dogiyai di Aula Kantor Bupati Dogiyai, Senin (3/8/2026).

Dalam kegiatan yang dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Dogiyai, Drs Petrus Agapa, M.Si, para Asisten, Staf Ahli, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Kepala Distrik di lingkungkan Pemkab Dogiyai serta berbagai pemangku kepentingan lainnya sebagai bagian dari penguatan komitmen bersama dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Dogiyai tersebut, Agustina juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Dogiyai atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengemban amanah sebagai Plt. Kepala DPPPA dan KB Kabupaten Dogiyai sejak 8 Juli 2026. 

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Dogiyai atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Saya sangat mengharapkan dukungan dan kerja sama dari seluruh stakeholder agar tugas dan amanah ini dapat saya jalankan dengan baik demi pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Dogiyai," ujanya.

 

Menurut Agustina, berdasarkan Keputusan Bupati Dogiyai Nomor 27 Tahun 2025 tentang Tim Pengendali Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), pemerintah daerah memiliki tanggung jawab memastikan pelaksanaan program berjalan secara efektif melalui kerja sama lintas sektor.

Dia menjelaskan, pada tahun 2026 Kabupaten Dogiyai memperoleh target 166 keluarga berisiko stunting yang harus mendapatkan dukungan melalui Program GENTING. Namun hingga akhir Juli 2026 baru lima keluarga yang telah menerima bantuan.

"Capaian ini masih sangat jauh dari target yang telah ditetapkan. Karena itu, melalui rapat koordinasi ini kami berharap semakin banyak mitra yang bersedia menjadi Orang Tua Asuh sehingga lebih banyak keluarga berisiko stunting dapat memperoleh pendampingan dan bantuan," katanya.

Agustina menilai keberhasilan Gerakan Orang Tua Asuh sangat bergantung pada semangat gotong royong seluruh komponen masyarakat. Ia berharap setiap instansi pemerintah, dunia usaha, organisasi sosial, lembaga keagamaan, hingga individu yang memiliki kemampuan dapat berpartisipasi sesuai kapasitas masing-masing.

"Semoga niat baik kita semua dapat diwujudkan dalam aksi nyata. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kita dapat mencegah stunting dan melahirkan generasi Dogiyai yang sehat, cerdas dan berkualitas," tutupnya. (Humas Pemkab Dogiyai)