Distanbun Dogiyai Salurkan 400 Pot Bibit Stroberi ke Tiga Sekolah

blog image

HUMAS PEMKAB DOGIYAI _:_ Pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) berkomitmen menumbuhkan kecintaan terhadap dunia pertanian sejak usia dini bagi anak-anak TK dan SD melalui program penyaluran bibit tanaman buah ke lingkungan sekolah. Sebagai wujud komitmen, maka sepanjang bulan Juli 2026, Distanbun Dogiyai telah menyalurkan 400 pot bibit stroberi kepada tiga lembaga pendidikan sebagai bagian dari pengembangan demplot sekolah sekaligus media pembelajaran praktik budidaya tanaman hortikultura.

Tiga sekolah sasaran penyaluran bibit stroberi, waktu penyaluran dan jumlah bibit antara lain, Pertama, tanggal 22 Juli 2026, sebanyak 200 pot bibit stroberi (varietas lonjong) diserahkan kepada TK-PAUD Kampung Dikiyowo, Distrik Kamu. Kedua, tanggal 23 Juli 2026, sebanyak 100 pot bibit stroberi campuran (varietas mencir dan lonjong) diserahkan kepada SD YPPK Idadagi, Distrik Dogiyai. Ketiga, tanggal 29 Juli 2026, Distanbun Dogiyai kembali menyalurkan 100 pot bibit stroberi (varietas mencir) kepada TK-PAUD Kristus Raja Kampung Obayo, Distrik Kamu Utara.

Kepala Distanbun Kabupaten Dogiyai, Yakobus Goo, S.Pt mengatakan, program penyaluran bibit stroberi ke sekolah ini bertujuan untuk memperkenalkan budidaya tanaman hortikultura kepada anak-anak sejak usia dini, meningkatkan ketersediaan bibit stroberi di lingkungan sekolah dan masyarakat luas serta menumbuhkan minat generasi muda terhadap dunia pertanian. 

"Selain memiliki nilai edukatif, buah stroberi juga kaya akan vitamin C, antioksidan dan berbagai nutrisi penting yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan anak-anak. Sejalan dengan tujuan ini, maka dalam setiap kegiatan penyerahan, para kepala sekolah menyampaikan apresiasi dan menyambut baik perhatian Pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Distanbun tersebut. Mereka berharap bantuan tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran yang menarik bagi peserta didik sekaligus memperindah lingkungan sekolah," katanya.

 Melalui kegiatan bermoto "Meningkatkan pertanian organik berbasis sumber daya lokal menuju Masyarakat Dogiyai yang cerdas, kuat dan maju bersama" itu, kata Goo, peserta didik diharapkan tidak hanya mengenal cara menanam dan merawat tanaman, tetapi juga memahami pentingnya mengonsumsi buah-buahan sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Menurut Kadistanbun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada pendampingan yang dilakukan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Karena itu, Kadistanbun mengharapkan agar para penyuluh pertanian dapat secara aktif melakukan pemantauan terhadap pertumbuhan tanaman di demplot sekolah, memberikan edukasi mengenai teknik budidaya, pemeliharaan, serta perbanyakan bibit stroberi kepada guru dan peserta didik agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menjadi media pembelajaran yang berkelanjutan.

"Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Dogiyai dalam memperluas manfaat program ini, pada Tahun Anggaran 2027 mendatang kami merencanakan pengembangan bantuan bibit stroberi ke sekolah-sekolah di Distrik Mapia, Kamu Timur, Kamu Selatan, dan Mapia Tengah, sehingga semakin banyak peserta didik yang memperoleh pengalaman belajar pertanian secara langsung. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun budaya bertani sejak usia dini, meningkatkan konsumsi buah-buahan, serta melahirkan generasi muda yang mencintai pertanian dan mampu mengembangkan potensi pangan lokal di masa depan," katànya.

Goo menambahkan, "Sekolah adalah tempat terbaik menanam ilmu dan kebun sekolah adalah tempat terbaik menanam harapan. Dari tangan anak-anak hari ini akan tumbuh generasi petani cerdas yang menjaga ketahanan pangan Kabuapaten Dogiyai di masa depan." (Yanuarius Iyai/Yohanes You/Marsel Dou)