Plt. Kepala BPBD Dogiyai Melepas Tim Asesmen Faktual Bencana Kebakaran
HUMAS PEMKAB DOGIYAI _:_ Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dogiyai, Mathias Goo, S.IP, secara resmi melepas 45 personel Tim Asesmen Faktual Lapangan yang akan melakukan verifikasi terhadap kejadian bencana kebakaran rumah warga dan rumah ibadah di sejumlah Distrik di Kabupaten Dogiyai. Pelepasan berlangsung di halaman Kantor BPBD Kabupaten Dogiyai, Jumat (24/7/2026).
Tim asesmen terdiri atas 40 personel lapangan dan 5 ketua tim yang dibagi ke dalam lima kelompok. Setiap kelompok beranggotakan sembilan orang dan bertugas melakukan pendataan, verifikasi, dokumentasi, serta wawancara dengan masyarakat terdampak guna memastikan kondisi riil di lapangan.
Dalam arahannya sebelum keberangkatan, Mathias Goo, S.IP menegaskan bahwa asesmen faktual merupakan tahapan penting untuk memastikan seluruh data penerima bantuan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
Goo mengatakan, pada tahun sebelumnya BPBD Dogiyai telah berhasil melaksanakan penanganan di 22 kampung dengan seluruh kegiatan dan pertanggungjawaban anggaran berjalan dengan baik.
"Tahun ini kita kembali mendapat kesempatan untuk turun langsung ke lapangan melihat fakta yang sebenanya. Tim harus memastikan bahwa seluruh data yang diperoleh benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan," ujanya.
Mathias juga mengingatkan seluruh anggota tim agar menjaga kekompakan selama bertugas. Menurutnya, setiap ketua tim bertanggung jawab penuh terhadap seluruh anggota kelompok, mulai dari keberangkatan, kebutuhan transportasi dan konsumsi hingga seluruh personel kembali ke Dogiyai dalam keadaan lengkap.
"Ketua tim harus memastikan seluruh anggotanya berangkat bersama, bekerja bersama dan kembali bersama. Jangan sampai ada anggota yang tertinggal selama bertugas di lapangan," tegasnya.
Selain melakukan pendataan, tim diminta mendokumentasikan setiap lokasi kebakaran melalui foto dan video serta melakukan wawancara dengan pemilik rumah maupun saksi kejadian. Informasi yang dikumpulkan meliputi waktu kejadian, penyebab kebakaran, jumlah korban, kerugian yang dialami, serta kondisi bangunan yang terbakar.
Menurut dia, dokumentasi itu menjadi bagian penting dalam proses pertanggungjawaban penggunaan anggaran negara sekaligus menjadi dasar pemerintah Dogiyai dalam menetapkan bantuan bagi masyarakat terdampak.
Goo menegaskan, tim hanya melakukan verifikasi terhadap data yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Dogiyai terkait penerima bantuan bagi korban bencana kebakaran. Apabila di lapangan terdapat masyarakat yang mengajukan proposal baru, lanjutnya, maka tim diminta untuk tidak menerima usulan tersebut dan mengarahkan masyarakat agar menyampaikannya melalui mekanisme resmi di kantor BPBD.
"Tim hanya memverifikasi data yang telah ditetapkan. Proposal baru tidak dapat diterima dan dimasukkan dalam penanganan tahun 2026 ini, karena daftar penerima sudah ditetapkan sebelumnya," jelasnya.
Usai memberikan arahan, Mathias Goo menyerahkan surat tugas kepada masing-masing ketua tim sebagai tanda dimulainya pelaksanaan asesmen faktual lapangan tersebut.
Sementara itu, BPBD Dogiyai mencatat lokasi asesmen tersebar di beberapa wilayah, yakni Distrik Piyaiye, Mapia Tengah, Mapia Barat, Kamu, dan Kamu Utara.
Berdasarkan data sementara, terdapat 11 objek yang akan diverifikasi, terdiri atas 9 rumah warga dan 2 rumah ibadah yang mengalami kebakaran. Dua rumah ibadah tersebut berada di Kampung Putapa dan Kampung Ikeyebo, sedangkan rumah-rumah warga tersebar di beberapa kampung di wilayah Mapia, Distrik Kamu, dan Distrik Kamu Utara.
Melalui asesmen faktual ini, BPBD Kabupaten Dogiyai berharap seluruh data korban dan tingkat kerusakan dapat diverifikasi secara akurat sehingga proses penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak dapat dilakukan secara tepat sasaran, transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku. (Yohanes You/Yanuarius Iyai/Herman Degei)








