Masyarakat Sebagai Sasaran Pembangunan

blog image

DOGIYAI - Kehidupan manusia sulit dipisahkan dari aspek pembangunan secara fisik maupun mental. Ibarat kata, pembangunan hampir dilakukan oleh setiap orang, walaupun kadang terdapat perbedaan makna dan tujuan.

Belum lama ini redaksi berdiskusi dengan Yakobus Dumupa, Kepala Daerah Kabupaten Dogiyai, terkait kebijakan dan program pembangunan daerah setempat. Dalam diskusi tersebut, Bupati Dogiyai mengatakan, pembangunan dapat dilakukan oleh siapa saja, serta kapan dan dimanapun. “Persoalannya, setiap orang harus menyadari cara melakukan pembangunan itu sendiri!” jelasnya.

Bupati kelahiran Apouwo Kabupaten Dogiyai ini mengungkapkan arti dan makna pembangunan. Sebutan kata “pembangunan” berasal dari kata dasar “bangun”. Dalam bahasa daerah setempat (bahasa Mee) diucapkan “anigou”, yang berarti bangun secara fisik maupun mental.

Membangun artinya melakukan aktivitas secara aktif sebagai subyek pembangunan. Sedangkan ungkapan kata “dibangun” berarti menjadi obyek pembangunan. Untuk itu, kata Bupati, setiap orang harus menyadari fungsi dan perannya dan pembangunan dapat dilakukan oleh semua pihak baik masyarakat maupun pemerintah.

Bupati Yakobus Dumupa bersama Wakil Bupati Oskar Makai pada masa kampanye Pemilihan Umum Kepala daerah, menawarkan 11 isu strategis dalam rumusan 12 misi, 78 program dan 17 program prioritas gerakan pembangunan menuju Dogiyai Bahagia.

“Gerakan pembangunan yang ditawarkan ini secara aktif melibatkan semua komponen untuk melayani dan membangun masyarakat!” kata Bupati di Mowanemani.

Masyarakat menerima tawaran program pembangunan dengan 17 program prioritas. Masyarakat juga dapat terlibat aktif dalam program atau kegiatan pemerintah. Kata Bupati Dogiyai, keterlibatan masyarakat sebagai subyek pembangunan juga dapat dilakukan dengan beternak dan berkebun. Kemudian berdagang sambil memanfaatkan program pemerintah yang hadir di masyarakat. Maka, kehadiran pemerintah yang dipimpin oleh Yakobus Dumupa dan Oskar Makai ini dapat dirasakan masyarakat.

Sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.91-3120 Tahun 2017 tentang pengangkatan Bupati Dogiyai Provinsi Papua tanggal 17 Mei 2017, Yakobus Dumupa dan Oskar Makai ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih, serta dilantik Gubernur Lukas Enembe di Jayapura, pada 18 Desember 2017.

Ada beberapa kegiatan di internal pemerintah maupun kepada masyarakat yang dicapai selama triwulan pertama (Januari-Maret) tahun 2018.

Pertama, Bupati Dogiyai menegakkan kedisiplinan pegawai serta menertibkan pengelolaan keuangan daerah. Masih terdapat gebrakan lain dalam pembangunan di internal pemerintah, seperti wajib memakai noken Papua dan mengonsumsi makanan lokal (pelestarian kearifan lokal).

Kedua, untuk layanan masyarakat, Bupati melibatkan warga untuk membersihkan kota, menyalurkan bantuan kemasyarakatan dan keagamaan, melayani tamu di kantor maupun di luar jam kerja perkantoran, memperlancar jalur transportasi ke daerah yang sulit terjangkau melalui subsidi penerbangan swasta, menyalurkan bantuan pendidikan tenaga dokter dan perawat asal Kabupaten Dogiyai, mencegah penjualan minuman beralkohol, peredaran lem aibon yang dikonsumsi anak dan remaja, serta mengimbau warga agar bekerja keras dan tidak terlibat dalam perjudian yang me-nimbulkan penyakit sosial.

“Mengenai pembangunan oleh pemerintah, masih dilakukan dalam triwulan III dan semester II tahun 2018 ke depan. Kepada masyarakat, diharapkan agar aktif menanggapi program pemerintah ini,” pesannya. (dogiyaibahagia.com/Willem Bobi)